»
berCinta Sejati, Mencium Nikmatnya Cinta

Kau bilang cinta, … Kuteteskan air mata

Otakmu bilang, “Tangisan bukanlah pengobat cinta.” Hatiku bilang, “Cintaku tidak membutuhkan obat. Cintaku sendiri adalah obat. Seperti jeruk tidak minum jeruk, obat tidak minum obat, bukan?”

Otakmu berkata, “Air mata bukanlah pertanda cinta.” Hatiku berkata, “Lebih sering aku menangis karena cinta daripada karena duka. Haruskah aku lebih sering mengucurkan air mata karena duka? Tidak bolehkah aku tumpahkan air mata karena cinta?”

Otakmu bicara, “Tangisan tidak mengerti perjalanan hati nurani.” Hatiku tidak bicara. Hati nuraniku mengembara ke seluruh sel tubuhmu, termasuk otakmu. Tapi tidaklah kuharap otakmu akan mengerti perjalanan hatiku. Malah hatiku tidak menuntut apa pun dari otakmu. Karena aku mencium nikmatnya cintaku padamu.

Otakmu berteriak, “STOP! Lelah otakku bicara tentang cinta.” Hatiku tidak letih. Hati nuraniku terus berjalan, semakin dalam ke arah hatimu, … sambil meneteskan air mata.

Tears of Love
Mencium Nikmatnya Cinta, berCinta Sejati, hati nurani, air mata, kata-kata cinta

Kau bilang cinta, … Kuteteskan air mata

Penulis: Ma Sang Ji ~ Hakcipta oleh Penulis ~ Dilarang menyalin atau mempublikasikan artikel ini tanpa seizin Penulis

Iklan

About Siluman Idiot

Ma Sang-ji (마상지): a business woman, MFA in Information Design and Visualization

Diskusi

9 thoughts on “Kau bilang cinta, … Kuteteskan air mata

  1. Dalam keriuhan, siapa bisa mendengar tapak kaki?
    Dalam keheningan, suara hati pun terdeteksi.

    Posted by Ma Sang Ji | 22 Mei, 10:03
  2. susah bedain saat mengeluarkan air mata didepan orang yang kita sayangin, ini menangis karna duka atau menangis karna cinta?????

    Posted by ibra | 24 Mei, 11:58
  3. hee, that’s great, nice. Q,~

    Posted by syech lemahbang | 25 Mei, 03:08
  4. hee, that’s great, thanks.

    Posted by syech lemahbang | 25 Mei, 03:10
  5. hee, air mata bisa jadi kristal yang berharga, salam

    Posted by syech lemahbang | 25 Mei, 03:14
  6. manusia tidak dapat menuai cinta sampai ia merasakan getirnya perpisahan yang membuka semua sekat kesadarannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan (kahlil gibran)

    Posted by NOORHANI DYANI LAKSMI | 2 September, 15:13
  7. percuma qt menangis , karna air mata hanyalah sebuah kepedihan ! jangan pernah menangis karena cinta !

    Posted by chaesa | 7 Desember, 11:59
  8. bila q ingat dia,q sllu menangis.resapi apa yg tlah brlalu.

    Posted by adit | 8 Maret, 16:40

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s