»
Bahagia Setelah Berusaha, Cerita Motivasi

Katakan pada cermin itu, “Gue KEREN”

Pernahkah kamu tinggal di sekolah di mana perempuan-perempuannya punya kulit lebih putih, punya wajah lebih cantik dari kamu? Dan dengan jahatnya, mereka bisa memberikan julukan buruk untuk kamu?

Atau pernahkah kamu naksir dengan cowok remaja di sekolahmu? Lantas alih-alih sekedar mengacuhkanmu, dia melewati dengan menertawakanmu dan berkata…”Geli ah!”

Pernah?

Saya pernah.

Lantas kemudiaan sampai saya kuliah, saya bertemu dengan lelaki baik yang dengan sabar mau mengajarkan saya bagaimana cara berdandan, memanjangkan rambut, memilih baju yang lebih pantas. Dia, lelaki yang baik ini, bisa membuat saya menyadari kelebihan saya dan mulai tidak fokus pada kekurangan saya.

Ah, saya sudah melewati masa itu… Saya sudah melewati masa tidak percaya diri, lantas kemudian menjadi perempuan yang berkarakter dan lumayan kuat menghadapi dunia.

Saya, sudah menjadi perempuan yang tidak menghawatirkan penampilan.

Tapi bagaimana dan apa kabar dengan perempuan lain? Perempuan remaja yang masih percaya jika mereka tidak seberuntung teman-temannya yang memiliki kulit terang, hidung mancung, dan yang lainnya?

Saya kenal dengan seorang remaja berusia 17an. Saya kenal dia karena dia ngefans sama teman saya yang kebetulan profesinya public figure.

Suatu ketika dia menulis di garis waktunya tentang bagaimana dia tidak nyaman dengan fisiknya, tentang teman-temannya yang jahat, yang membully dirinya di sekolah dan menyebut dia dengan bermacam-macam julukan.

Saya, yang pernah merasa ada di masa itu, tentunya tersentuh. Saya tahu itu tidak mudah.

Lantas saya datang padanya. Kepadanya, saya katakan. Mungkin ini terkesan sederhana dan biasa saja. Tapi percayalah, ini akan berhasil…

Tidak mungkin kita tidak diberikan kelebihan sama yang di atas, kita hanya sering kali tidak menyadarinya, tidak mengerti dan tidak paham, sehingga seringkali harus tersesat untuk menggali potensi diri sendiri.

Saya ingat saat itu saya pintar berpidato, jago membaca sajak, dan nilai akademis saya tidak begitu buruk.

Saya tumbuh menjadi perempuan yang mungkin tidak terkenal di sekolah, tapi setidaknya tidak bermasalah dengan mata pelajaran.

Saya yakinkan dia, bahwa otak adalah segalanya. Pintar, akan membuat seseorang lebih “hidup” dan bercahaya.

Lalu bagaimana jika merasa otak ngepas aja? So why dont you try and learn. Sebagian orang memang ditakdirkan sudah beruntung dari sananya, tapi lebih banyak lagi yang harus berusaha. So what??? Apa karena itu kalian jadi berhenti berusaha dan pasrah dengan keadaan dan tampilan cermin yang tidak menyenangkan???

Percayalah bahwa akan ada masa di mana kita bisa membalas semua perkataan jahat orang lain kepada kita. Dan jika masa itu datang, balaslah dengan tindakan elegant yang membuat mereka semakin tertunduk malu.

Kalian mau tau? Perempuan-perempuan cantik yang dulu membully saya di sekolah?

They just end up as a beauty consultant sebuah counter cosmetic di mall…

Saya tidak bilang itu profesi yang buruk. Tapi saya juga percaya dia tidak lebih baik dari saya.

Saya bisa dengan bangga katakan profesi apa yang saya kerjakan sekarang.

Tapi, hidup…
tidaklah tentang membandingkan.

Hidup, tidaklah tentang apa yang bisa kau lakukan untuk membalas dendam.

Hidup, juga bukan tentang perlombaan di mana menang dan kalah adalah hasil akhir yang mutlak.

Bukan, kawan…

Hidup adalah tentang belajar.

Hidup adalah tentang bagaimana kita bisa lebih sering memberi dari pada menerima.

Dan sebaik-baiknya hidup, adalah manusia yang hidupnya bisa bermanfaat bagi manusia dan mahluk yang lain.

Ini lucu.

Tapi bisa dicoba.

Liatlah di cermin, dan jangan liat pada apa yang kalian tidak sukai.

Fokuslah pada apa yang kalian suka. Mata, dagu, atau mungkin telinga, atau rambut, atau tangan, kaki…

Katakan pada cermin itu.

“Gue keren. No matter what happen, no matter what people say, gue…KEREN!”

Menurut saya, istilah keren itu sendiri lebih Hidup, dari sekedar kata: Cantik.

Keren itu sendiri, lebih dahsyat, dari pada sekedar kata: Cakep.

Kamu, bisa kalah cantik. Tapi percayalah, kamu gak akan kalah keren 😉

Bisa kan?

BISA LAH!

Bahagia Setelah Berusaha, Cerita Motivasi, penampilan

Katakan pada cermin itu, “Gue KEREN”

Penulis: Yessy Muchtar ~ Hakcipta oleh Penulis ~ Dilarang menyalin atau mempublikasikan artikel ini tanpa seizin Penulis

Iklan

Diskusi

4 thoughts on “Katakan pada cermin itu, “Gue KEREN”

  1. hee, betull tuu, inner beauty amat penting, kereenn. sekolah dah tinggi, usaha udahh, berdoa udahh, tpi klo badan tak bawa hoki susah jugaa, tapii tetepp kerenn kokk, salamm.

    Posted by syech lemahbang | 25 Mei, 18:15
  2. Setuju! potensi kita nggak mungkin sama, kalo nggak digali ‘trus mo “bunyi” gimana diantara sohib kita? so, kita keren sekeren apa yang kita mau, ayo pasang kaca dimana-mana, lalu katakan: Itu Gue!

    Posted by giantsugianto | 26 Mei, 11:34
  3. assssiiikkkkk……………. se 7 banget aku… 🙂

    Posted by Muhammat Ali Adam | 21 Mei, 21:28

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Strategi Lulus Snmptn For Dummies « My Home - 28 Desember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s