»
Beginikah Cinta, Mencium Nikmatnya Cinta

Pasien Diare Itu Meninggal Karena Kehilangan Cinta

“Dokter, semalam ada pasien meninggal mendadak, pasien laki-laki usia 57 tahun. Padahal, pasien itu dirawat dua hari sebelumnya hanya karena diare. Diarenya juga sudah membaik, Dok. Bahkan menurut Dokter Jaga, pasien rencananya bisa pulang hari ini.” Demikian laporan Perawat Jaga yang disampaikan kepada saya waktu visite suatu pagi.

“Lho, kok bisa? Ada apa?” Tanya saya.

“Tidak tahu pastinya, Dok. Mungkin karena serangan jantung. Kata Dokter Jaga demikian dok.” Jawab Perawat Jaga itu.

“Gimana ceritanya, kok pasien dapat mengalami hal seperti itu?” Saya kembali bertanya, agak penasaran.

“Beberapa jam sebelum meninggal, pasien bertengkar dengan istri dan anaknya yang baru datang dari luar kota. Hanya masalah kecil. Sang Almarhum ingin dirawat di klas yang lebih baik, tapi istri Almarhum tidak setuju, lalu istri dan anaknya pergi begitu saja meninggalkan Almarhum sendirian. Kemudian, tidak berapa lama setelah itu, sewaktu kembali dari kamar mandi, pasien mengeluh sakit dada. Kami lihat Almarhum sangat gelisah. Peluh bercucuran dari muka dan badannya. Kami hanya sempat memberikan bantuan oksigen. Waktu Dokter Jaga datang, pasien ternyata sudah meninggal.”

Demikianlah, Perawat Jaga itu mencoba menerangkan keadaan pasien sebelum meninggal.

Tidak puas dengan kematian pasien seperti itu, saya minta perawat untuk mengambil rekam medik pasien. Dari data yang ada, saya hanya menemukan faktor risiko hipertensi, dan merokok yang ada pada pasien. Rekaman EKG waktu masuk, yang kebetulan diambil juga menunjukkan gambaran normal. Riwayat nyeri dada dan opname sebelumnya juga tidak Ada. Kemudian, hati saya berbisik, “barangkali ini dia kematian mendadak yang dapat dialami seseorang karena kehilangan cinta, kekecewaan yang berat, miskinnya kasih sayang dan hubungan.”

Kita semua dapat memaklumi bahwa, kehilangan cinta dapat membuat seseorang menjadi stress berat, kecewa, dendam, marah, benci, melakukan perbuatan yang buruk, bahkan bunuh diri.

Marah akan memacu bermacam respon fisiologis. Ketika Anda marah otot Anda akan meregang, pernafasan Anda cepat dan sesak, jantung akan berdetak kuat dan cepat, tekanan darah akan melonjak tinggi. Marah yang kronis, dan bahkan episode stress, marah yang berat, darah Anda sperti mendidih dapat memacu serangan jantung.

Saya tidak tahu pasti apa yang dirasakan oleh Almarhum waktu bertengkar dengan keluarganya, tapi saya hanya dapat merasakan kekecewaan, kepedihan berat yang dialaminya. Di saat Almarhum sakit, yang membutuhkan dukungan, perhatian, cinta, keintiman, kasih sayang ,ternyata tidak diperolehnya dari keluarga terdekatnya, apalagi dari seorang istri. Kepedihan, kekecewaan berat yang dialaminya barangkali dapat memicu serangan jantung yang menjadi penyebab kematiannya.

Seperti diketahui, Jantung kita secara fisik merupakan sebuah pompa yang secara terus menerus mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan sangat menakjubkan, agar semua organ kita berkerja optimal sesuai dengan sunah, supaya kita tetap hidup. Pada tingkat energi, jantung adalah pompa emotional dan spritual yang mengalirkan cinta dari dan kepada hubungan-hubungan kita dengan orang lain. Hubungan yang kaya, penuh cinta, kasih sayang akan menjadi bahan bakar bagi jantung anda supaya berkerja sesuai dengan rancanga Allah. Cinta seperti bahan bakar tinggi oktan bagi kendaraan Anda, yang dapat membuatnya melaju cepat, mengantarkan Anda ke tujuan yang Anda inginkan. Cinta yang tulus dari keluarga terdekat, istri, anak, sahabat, atau bahkan dari siapapun juga akan membuat Anda merasa tenang, lebih bersemangat, puas, bahagia, dan jantung anda juga akan berdetak mengikuti perasaan Anda.

Tapi, bila bahan bakarnya salah, kualitasnya tidak baik, bukan cinta, sentuhan kasih sayang, kelemahlembutan, empati, perhatian yang Anda berikan, malah kebencian, ketidakacuhan, permusuhan, antipati yang Anda susupkan kepada orang yang sedang sakit, maka dia juga akan memercikkan sinyal yang salah ke jantungnya, jantungnya akan berdetak kuat, tidak teratur, bahkan dapat mengalami henti jantung, kematian mendadak. itulah barangkali yang dialami suami (pasien) yang akhirnya meningal itu.

Mencium Nikmatnya Cinta, Beginikah Cinta, kehilangan cinta, kematian

Pasien Diare Itu Meninggal Karena Kehilangan Cinta

Penulis: Irsyalrusad (Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Alumni Fak. Kedokteran Universitas Gadjah Mada.) ~ Hakcipta oleh Penulis

Iklan

About Siluman Idiot

Ma Sang-ji (마상지): a business woman, MFA in Information Design and Visualization

Diskusi

7 thoughts on “Pasien Diare Itu Meninggal Karena Kehilangan Cinta

  1. Kunjungan perdana, nitip jejak disini http://kumpulanfilegratis.wordpress.com/
    Salam persahabatan.

    Posted by irfan handi | 20 Juli, 21:42
  2. Begitu indah sajian bahasa Ma, SP jadi benar-benar menikmatinya dari awal sampai akhir setiap tulisannya.

    Posted by sutan pangeran | 21 Agustus, 12:16
  3. Maaa. kemana aja sih ma?

    Posted by R-82 | 21 Agustus, 13:48
  4. marah==> tidak baik ==> setujuh! 😀
    salam kenal Miss Ma

    Posted by Hendraarkan | 14 September, 07:42
  5. Kunjungan rutin ke blog ini… hehehe 🙂
    Saya Abed Saragih mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha

    ditunggu kunjungan dan komentar baliknya 🙂
    salam persahabatan 🙂

    Posted by diketik | 5 November, 23:37

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Strategi Lulus Snmptn For Dummies « My Home - 28 Desember

  2. Ping-balik: Strategi Lulus Snmptn For Dummies « My Home - 28 Desember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s